Berita Ane Travell Persaingan Kekuasaan Air Asia com dan Lion Air
0
comments
Berita Ane Travell Persaingan Kekuasaan Air Asia com dan Lion Air, Dalam waktu beberapa tahun belakangan ini dan beberapa tahun mendatang,
pasar penerbangan berbiaya rendah atau low-cost carrier (LCC) di Asia
masih akan diramaikan dengan persaingan sengit antara dua maskapai
penerbangan, AirAsia asal Malaysia dan Lion Air dari Indonesia. Keduanya
ngotot dan sangat ambisius untuk menjadi raja LCC di Asia Tenggara,
bahkan Asia. Untuk saat ini, AirAsia boleh jadi masih memimpin sebagai
LCC terbesar di Asia Tenggara mengalahkan Lion Air.
Perusahaan yang
bermarkas di Kuala Lumpur ini telah memiliki beberapa cabang, di
antaranya di Indonesia, Thailand, Filipina, dan yang terakhir ada di
India meskipun hingga kini belum mulai melayani pelanggan.
Di sisi lain, Lion Air yang merupakan
penguasa penerbangan domestik di Indonesia terus menggerus pasar
penerbangan domestik yang dioperasikan oleh Indonesia AirAsia, sebuah
unit AirAsia di Indonesia. Saat ini terlihat Indonesia AirAsia cukup
sulit berkembang pada rute domestik di Indonesia karena terus
mendapatkan tekanan dari Lion Air. Seakan-akan frustasi, Indonesia
AirAsia lebih memilih fokus dalam mengembangkan rute internasional
dibandingkan rute domestik. Saat ini rasio rute internasional Indonesia
AirAsia lebih tinggi dibandingkan rute domestik dengan komposisi 60
banding 40. Maret 2013, Lion Air meluncurkan maskapai baru di Malaysia
dengan nama Malindo Air.
Maskapai ini merupakan peluru Lion Air
untuk mengganggu AirAsia Group dan akan berhadapan secara langsung
dengan Malaysia AirAsia.Ambisi Lion Air untuk membesarkan Malindo Air
juga cukup tinggi dengan rencana pengoperasian 100 pesawat dalam waktu
10 tahun. Meskipun tidak mengaku sebagai LCC, namun Malindo Air
memberikan harga yang sama bahkan lebih murah dibanding AirAsia pada
rute yang dilayani keduanya dengan fasilitas dan pelayanan lebih baik.
Sebagai contoh, Malindo Air memberikan bagasi secara gratis, fasilitas
hiburan di setiap kursi, ruang kaki yang luas, serta makanan ringan dan
minuman. Semua itu tidak bisa didapatkan di AirAsia secara gratis karena
penumpang harus membayar berbagai fasilitas tambahan yang diinginkan.
Hasilnya, yield yang didapatkan AirAsia
pada rute yang juga dioperasikan Malindo Air turun cukup signifikan
karena keduanya terlibat perang harga dan berujung pada turunnya
keuntungan Malaysia AirAsia. Tidak cukup memberikan tekanan pada unit
bisnis AirAsia di Indonesia dan Malaysia, Lion Air yang dipimpin oleh
Rusdi Kirana itu kembali membangun maskapai baru di Thailand. Maskapai
yang bernama Thai Lion Air itu bermarkas di Bandara Don Mueang, Bangkok,
dan menjadi senjata untuk menyerang unit AirAsia di Thailand, Thai
AirAsia.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Berita Ane Travell Persaingan Kekuasaan Air Asia com dan Lion Air
Ditulis oleh aries panutan
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://anetravell.blogspot.com/2014/10/persaingan-kekuasaan-air-asia-com-dan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh aries panutan
Rating Blog 5 dari 5

0 comments:
Post a Comment